Sunday, October 19, 2014

Sinopsis Buku Pengantar Sejarah Sastra Indonesia

Sinopsis Buku Pengantar Sejarah Sastra Indonesia

Judul Buku          : Pengantar Sejarah Sastra Indonesia
Penulis                 : Yudiono K.S.   
Penerbit               : Grasindo
Tahun Terbit        : 2007

Secara sederhana dapat dikatakan bahwa sejarah sastra merupankan cabang ilmu sastra yang mempelajari pertumbuhan dan perkembangan suatu bangsa. Dengan pengertian dasar itu tampaklah bahwa objek sejarah sastra adalah segala peristiwa yang terjadi padad rentang masa pertumbuhan dan perkembangan sastra suatu bangsa. Masa Pertumbuhan dan perkembangan sastra Indonesia yang relatif sudah panjang terhitung dari 1900 sampai 2012 dapat dibagi menjadi beberapa masa atau periode berdasarkan konsep pendekatan sosio-historis diperoleh:
Pertumbuhan sastra masyarakat Indonesia terhadap  telah tampak sejak masa pertumbuhan sastra di tahun 1900-1945, mulai dari sekolah pers, balai pustaka, pujangga baru, Keimin Bunka Shidosho (Kantor Pusat Kebudayaan).
Masa Pergolakan (1945) adalah masa yang terjadi setelah proklamasi kemerdekaan. Pergolakan terjadi hampir di semua bidang, bidang politik, sosial, ekonomi dan kebudayaan. Tidak dapat dipungkiri sastra sebagai bagian dari kebudayaan juga mengalami masa pergolakan karena berdirinya negara baru, negara Indonesia.
Masa Pemapanan sastra Indonesia tahun 1965-1998. Setelah penumpasan PKI, pada bulan Julli 1966 mulalilah kegitan budaya berupa penerbitan majalah horison dibawah pimpinan Mochtar Lubis. Majalah tersebut menngajak masyarakat meninggalkan ruang sempit menuju kehidupan yang lebih segar. Majalah horison mengutamakan sastra (cerpen,sajak,kritik, dan esai sebagai pendorong kreativitas pemikiran bangsa.
Masa Pembebasan Sastra Indonesia Tahun 1988- diawali dengan krisis multidimensi. Krisis dimulai dengan gejolak keuangan yang memburuk pada tahun 1966

Komentar:
Buku ini berisi sejarah sastra Indonesia yang cukup lengkap dan menarik.  Periode, penulis, penerbit, beserta karya yang menjadi tonggak sejarah sastra juga dimunculkan. Misal Surat Kepercayaan Gelanggan pada masa pergolakan, Majalah horison pada masa pembebasan, dan sejarah lain yang tidak tertulis, misal saat Chairil Anwar membacakan sajaknya yang berjudul “AKU” dihadapan Rosihan Anwar pada diskusi Kantor Pusat kebudayaan. Selain itu pada buku ini juga terdapat informasi mengenai bacaan bacaan terpilih sebagai ilustrasi,pengingat, atau penyegar bagi pembaca.
Previous Post
Next Post

0 comments: