Bangsa Indonesia memiliki keanekaragaman yang luar biasa banyaknya. Banyak perbedaan yang kita temukan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Perbedaan itu adalah warna hidup Bangsa Indonesia. Pendiri kita telah mempersatukannya dalam kanfas Bineka Tunggal Ika. 
Di era teknlogi, konflik secara nyata terjadi. Bersandang perisai dunia maya, tidak ragu menghujat dan mengejek dengan gagah berani.  Apabila ada pepatah mengatakan "lidahmu harimau mu", maka sekarang akan muncul pepatah baru "jarimu harimaumu". Melalui puisi  karya Muhammad Lutfi berikut ini kita diingatkan kembali tentang kunci menjadi bangsa yang agung. 

1. Bangsa Agung
Karya : Muhammad Lutfi



Wahai bangsa agung
Yang peradabannya penuh dengan nilai sejarah
Pelaku-pelaku spiritual yang tinggi nilainya
Melihat air surga
Dan bayangan tentang hukum hidup dan mati
Itulah bangsa yang selalu dipenuhi oleh imigran
Dari negrinya sendiri
Suku beradab yang toleran kepada kemiskinan serta penindasan
Menumbuhkan sikap estetis dan kesan mendalam bagi yang mendengarnya
Itulah suku Jawa
Tetapi, jangan kalian sampai mengubah adat dan budaya
Setelah kalian serap nilai-nilai luhur multidisiplin dan multidimensional dari berbagai pengetahuan spiritual
Itulah mengapa kalian dipenuhi oleh cahaya keislaman,
Cahaya dari Tuhan yang maha kasih
Yang melimpahkan rahmat melalui beberapa manusia pilihannya
Perlu kusebutkan antara lain
Ulama dan para kiyai, serta para pejuang
Yang memberi kematangan pada konsep norma dan hukum yang berlaku
Demi keadilan sosial dan kesejahteraan masyarakat
Setelah itu, musnahkanlah keraguan
Dan tataplah mendalam filosofi dasar Negara
Maka akan kalian temukan surga
Yang dihuni oleh beragam-ragam manusia yang berbeda
Yang perlu kalian semua ketahui
Keadaan mereka, krisis yang dialami mereka
Serta keadaan batin yang bagaimanakah tentang suku yang pluralisme ini?
Maka jawabannya tetaplah kehidupan yang beradab

Solo, 5 Maret 2018


2. Merdeka Kembali
Karya : Muhammad Lutfi

Mengenal cara merdeka yang penuh dengan sungai dan jalan syahid
Demi kemerdekaan dan perolehan hak
Yang semestinya dilakukan dengan hidup bekerja dan mengasuh anak-anak
Tapi mereka korbankan waktu dan ruang mereka
Demi kemerdekaan

Masih ingatkah waktu kepulan asap dan sistem kapitalisme
Membabat sistem feodalisme yang sudah rusak
Karena tidak sesuai dengan keadaan zaman
Masih ingatkah sistem imperialis
Yang membunuh masyarakat yang masih mengkhultuskan raja
Yang demi memenuhi kebutuhannya, agar dia puas
Mengambil istri dan membantai orang
Bahkan teman dan saudaranya sendiri
Itu karena sistem raja dan feodalisme adalah sistem yang tidak sesuai dengan keadaan bangsa dan masyarakat yang hidup beragam-ragam ini.
Sistem yang paling tepat bukanlah monarki maupun oligarki
Sistem yang paling ideal demi kemajuan dan kedamaian Negara ini
Hanyalah demokrasi
Suara rakyat di atas suara lembaga pemerintahan
Karena rakyat tidak memiliki uang dan tak mungkin korupsi
Justru sistem pajaklah yang dimonopoli oleh partai dan dewan perwakilan.
Dan suara rakyat yang bergemuruh adalah suara ribuan jiwa yang selalu menyebut keagungan Tuhan.


Solo, 5 Maret 2018

3. Dekonstruksi Sistem Pendidikan
Karya : Muhammad Lutfi

Aku bertanya,
Apakah pentinya pendidikan sekarang ini?
Jika sistem birokrasi sudah dikuasai oleh birokrat yang korup
Sehingga materi-materi yang tidak sesuai disumpal pada siswa-siswi
Perlu kalian ketahui semua,
Ilmu pengetahuan yang kalian pelajari adalah untuk membentuk akal dan nurani
Menuju konsep berpikir
Agar menjadi manusia yang seutuhnya manusia
Bukan manusia yang hanya menumbuhkan sifat Dajjal dan Iblis
Atau manusia yang tega memakan bangkai sesama manusia
Seperti Yajuj Majuj yang dikurung dalam sangkar baja
Dan tak berdaya bagai sebuah buaya di tengah-tengah gurun sahara.
Karena sifat yang tidak bisa ditoleran dan salah satu cara mencegah kelangsungan hidup di bumi
Hanya dengan memenjarakannya.

Seperti rumus asing dan bahasa yang tidak pernah kita mengerti tentang esensinya
Dan daya penempatannya dalam keluarga ataupun lingkungan.
Bertanyalah semuanya?
Perlu kalian ketahui, nilai dan kedudukan telah menjadi acuan sistem pendidikan
Yang berkiblat ke Barat
Yaitu menerapkan sistem materialisme yang menjadikan manusianya hedonisme.
Melupakan Tuhan dan moral, serta melakukan perbuatan seperti Ya’juj Ma’juj dan Iblis
Maka satupun tidak ada prestasi yang murni
Tidak ada hasil yang cemerlang
Dan semakin sistem ini diterapkan, maka kemanusiaan dan negaranya hanya akan mengalami kemerosotan dan degradasi.
Sehingga secara tidak sadar produk dari neo kapitalisme menggenggam budaya dan ekonomi.
Tidak akan ada harapan manusia yang mumpuni dan berkualitas,
Karena kecerdasan tidak diukur dari kepandaian dan kecakapan dalam ruang dan di depan golongan tertentu
Kelak kalian akan mengetahui siswa-siswi yang membawa peradaban maju atau degradasi peradaban
Yang membumihanguskan Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme dari Negara subur dan berpotensi.

Solo, 5 Maret 2018

4. Saudara Kami
Karya : Muhammad Lutfi

Apakah agama mengajarkan kalian memusuhi saudara kalian
Yang sama-sama menyembah Tuhan dan mengharap syafaat dari Rasul yang sama
Yang sama-sama belajar dan membaca kitab yang sama
Yang berjuang membawa nilai moral dan norma dalam perfektiftivitas hidup,
Tidaklah pernah diajarkan oleh Mustafa
Manusia pilihan yang dipenuhi oleh cahaya Tuhan, Jibril, dan para kekasih mulia.
Dia mengajarkan cara meredam diskriminasi dan mendamaikan permusuhan
Dia mengajarkan cara salam dan berzakat
Yang bertujuan memacu visi dan misi yang kalian emban,
Orientasi yang ‘Rahmatan Lil A’lamiin’.

Apakah Tuhan menyuruh kalian membakar dan merobohkan tempat-tempat orang-orang yang sudah tak berdaya
Dibalik ketidakmampuannya menghadapi kelompok yang mayoritas besar ini,
Mereka ketakutan dan sekali-kali tak berdaya

Apakah kalian harus menyalakan dendam dan permusuhan
Untuk menggolong-golongkan paham kalian
Walaupun ternyata kalian ketahui bahwa sumber pemahaman kalian adalah kitab dan akhlak Rasul,
Kalian adalah sayap-sayap Malaikat yang memberi pengayoman,
Kalian adalah mata-mata Malaikat yang mengawasi keadaan zaman penuh ketajaman dan hakikat
Kalian adalah tangan-tangan para sahabat yang merentang dan mengulurkan sifat-sifat Allah.

Solo, 5 Maret 2018

5. Kepada Warisan Bangsa
Karya : Muhammad Lutfi

Kunyatakan suatu hasrat untuk kapasitas intelektual bangsa yang memuncak
Sudah tidak terbendung puncak keinginan bangsa ini
Untuk menggapai kemajuan modernisme
Baik secara psikis, fisik, dan IPTEK.
Tapi aku tegaskan bahwa keinginan menguasai segala bentuk produk dan teknologi tersebut
Membuat sisi lain kemanusiaan menginginkan bentuk sebagai objek maupun subjek.
Manusia yang melakukanpercobaan pada bahan-bahan kimia
Seringkali mengingkari sifat manusia yang selalu berlebih-lebihan

Zaman modernisme memunculkan dogma tentang bentuk ideal tubuh yang diprioritaskan
Diimplikasikan dalam hal yang tidak semestinya.
Kunyatakan sekali lagi bahwa sisi kemanusiaan menjadi dualisme
Sudah rusak diambang waktu dan kepunahan zaman.

Akankah nanti kalian semua berlarian menyebut bagian-bagian yang matang yang sering kalian imajinasikan
Atau bersembunyi sambil merintihkan airmata penyesalan,
Aku bertanya pada bangsa dan kawan-kawan semua.

Dunia ini terlalu kecil bagi memanen amal kebajikan,
Yang nyata-nyata besar dan tak terhingga adalah yang tak terbatas
Yang tak tercapai karena belum pernah kita lihat,
Yaitu alam akhirat yang difiksikan oleh para filsuf
Dan alam akhirat yang direalitaskan dalam implikasi sehari-hari oleh wakil-wakil Rasul Tuhan

Sadarilah kedudukan manusia yang beribu-ribu atom menyusun tulang dan sulbi
Hingga menyisakan sebuah nur Ilahiyah pada penggunanya
Yang menyalakan dunia dan Padang Mahsyar.

Bersuarakan wujud dan kata yang konkret
Kita beraliansi menuju perubahan,
Menuju Revolusi Mental
Yaitu integritas memprioritaskan iman dan kepercayaan pada yang mempunyai hidup dan mati.
Bermuara pada yang awal dan akhir.

Solo, 5 Maret 2018

Syiar mengandung makna kemuliaan, dan kebesaran. Sesuatu akan menjadi 'syiar' ketika memiliki keluhuran. Madah doa dilantunkannya dalam buah karya, berikut adalah sebuah persembahan Puisi karya Muhammad Lutfi:

Pantun Syiar
Karya : Muhammad Lutfi

Kasih nur hendak dibawa pergi
Resah rinduku tenggelam senja
Teruslah hidup beramal bakti
Mencapai nikmat penghuni surga

Cendawan mega merbabu debu
Awan beracun mengarak kawah
Berbaktilah kepada ibumu
Supaya hidup menjadi berkah

Tiada jalan kau ke tepian
Berkelilinglah ke kota kenangan
Apa guna wajah muda tampan
Bila tiada hidup beriman

Berlayar guru ke Amerika
Sang murid beriak air mata
Teruslah engkau rajin membaca
Supaya jadi orang berguna

 Sampan dikayuh ke danau sepi
Bertemu gadis sangat menawan
Ayo kawan marilah mengaji
Supaya hidup punya tuntunan

Ikan mas berenangnya menjauh
Dikejar kail bagai senapan
Bersabarlah seperti Nabi Nuh
Supaya kau dapat kemenangan

Gelas kaca baru penuh madu
Tumpah di atas tumpukan roti
Orang tua berharap ingin bertemu
Datanglah sang anak dengan amal bakti

Badai pesisir menghantam kapal
Pecah semua menjadi batu
Asahlah tauhid dengan tebal
Agar menggapai puncak iman-mu

Hati kita senang kala pagi
Saat mulai petang datang duka
Janganlah dirimu sakit hati
Maafkanlah dengan lapang dada

 Pergi ke tambang timah
Sambil kerja menghapal surah
Orang iman beristiqomah
Hatinya sabar dan selalu qana’ah

 Suara burung menjemput surga
Di taman impian bersama kekasih
Aduhai wahai bahagia
Sang manusia bersifat asih

Turun gunung loncat batu
Menjual batu ke negeri sendiri
Sang guru tempatnya ilmu
Sang murid selalu menjaga diri

 Ilmu dunia dipelajari
Ilmu akhirat dibawa mati
Carilah jati diri
Agar bertemu nur ilahi

Sampan sepuluh di buat raja
Dermaga kapal di buat baru
Jangan sibuk mengurus dunia
Amal akhirat harus diburu

Kuat tubuh tetap sehat
Kuat iman tetap selamat
Sepanjang hidup membaca salawat
Di akhir hidup mendapat syafaat

Buah mangga berjatuhan
Buah padi dipanen petani
Hidup insan pencari Tuhan
Tak disangka di lubuk hati

Sebuah kisah zaman dahulu
Berkisah nabi dan kekasih utusan Tuhan
Berpikir jangan sekeras batu
Bertawakkal gapai keikhlasan

Bunga Mawar tumbuh berduri
Bunga Melati harum mewangi
Pejuang sejati berani mati
Tekad sejati dibawa mati

 Tanah makmur
Bergunung emas berharta karun
Negara makmur
Bila semua hidup rukun

Suara gendang bertalu-talu
Suara sang pangliman memimpin serdadu
Hargai sholat hargai waktu
Sadar diri akan waktu

Suara panah busur bergema
Pemuda sakti pemuda pilihan
Untuk dunia cukup sederhana
Untuk akhirat amal berlebihan

Naik ke bukit melihat awan
Di ujung mata terhampar samudera
Janganlah suka menuruti keinginan
Sebab bisa membawa sengsara

Pendekar sakti bersenjata belati
Membela Negara supaya aman
Hati-hati membawa diri
Jangan suka ikut-ikutan

Gunung merbabu
Gunung semeru
Jangan sembarang mencari ilmu
Tanpa tuntunan dari seorang guru

Anak lelaki itulah saya
Punya saudara dua perempuan
Kalau engkau berputus asa
Jadikanlah doa sebagai pegangan

Dekat rumah ada kali
Berlayar sampan menuju tepi
Hidup di dunia hanya sekali
Jangan sampai menanggung rugi

Malam hari makan nasi ketan
Sambil duduk memandang bulan
Tiada guna perkelahian
Yang ada hanya rasa tidak aman

Mencari diri menyusuri hari
Mencari harta dengan bekerja
Jangan memendam rasa iri
Kepada teman maupun saudara

Sepasang kekasih mencari kerja
Di rumah sang anak seorang diri
Kalau ingin hidup bahagia
Hilangkanlah nafsu dalam diri

Dalam gelap hanya sempit
Dalam terang hanya harapan
Kalau tubuh merasa sakit
Cepat-cepat mencari pengobatan


Pagar rumah terbuat dari baja
Pagar hati terbuat dari iman
Apa guna mempunyai kedudukan
Kalau diiringi keserakahan dan kesombongan

Mencari mutiara di dasar samudera
Dihantam badai dan ombak laut
Kebenaran harus selalu dibela
Kebenaran dibawa sampai maut merenggut

Bunga hati ialah kekasih
Bunga benalu ialah sekutu
Tiada guna ilmu pengasih
Sebab kalau jodoh itu ditakdirkan Allah untukmu

Jangan berjalan memandang bintang
Lebih baik pelan melihat jalan
Kalau selalu merasa kurang
Maka dirimu masih dipenuhi oleh cercah kekotoran

Apa guna menuju puncak
Tiada guna berlarian
Kalau masalah datang semakin memuncak
Mintalah nasihat kepada kawan-kawan

Masjid emas berkubah megah
Rumah janda berdinding bambu
Ujian dari Tuhan memanglah susah
Kesabaran jiwa itulah kualitas dirimu

Buah Pepaya di curi orang
Sang juragan marah-marah
Kalau hidup dililit hutang
Bekerjalah dan lunasilah

Hari lebaran membawa berkah
Sama-sama makan ketupat dan lontong
Harta berkah menjadi sedekah
Amal soleh menjadi penolong

 Pagi-pagi ke luar rumah
Pergi ke sawah mencari keong
Apalah gunanya rajin beribadah
Kalau dada masih diliputi rasa sombong 

Bunga rampai merayau-rayu
Angin senja berduyun-duyun
Hidup miskin sedih selalu
Resah dan hutang berduyun-duyun

Kapal nelayan pulau Panjang
Berlayar kapal ke tepian pulau
Orang marah jangan ditantang
Sebab kepala dan hati sekeras batu

Badai bertiup kea tap rumah
Rumah roboh di pinggir batu kali
Doa ibu memiliki karomah
Untuk anak-anak yang selalu berbakti

Pergi belanja membeli barang
Uang habis tinggal seribu
Jangan selalu menipu orang
Sebab orang tak akan percaya padamu

Jaka Tarub beristri bidadari
Cantiknya bagai rembulan temaram
Jangan selalu merasa iri hati
Sebab hidupmu tidak akan merasa tentram

Puisi Rakyat Pantun

Pantun merupakan puisi rakyat yang penulisannya terikat oleh beberapa aturan. Aturan itu antara lain:
1. Tiap bait terdiri atas empat baris (larik).
2. Tiap baris terdiri atas 8 sampai 12 suku kata.
3. Rima akhir setiap baris adalah a-b-a-b.
4. Baris pertama dan kedua merupakan sampiran.
5. Baris ketiga dan keempat merupakan isi.
Pantun mempunyai fungsi mendidik sekaligus menghibur melalui pemainan bunyi bahasannya (rima)
Sesuai dengan fungsinya pantun juga terbagi menjadi beberapa jenis. Berikut adalah 88 contoh pantun yang berfungsi untuk menasihati (1 & 2), mengejek (3) dan mengungkapkan perasaan (4):

88 Contoh Pantun

1Jalan ke Gunung
Andi sedang menemukan singkong
Naik becak ke gunung Andong
Janganlah kamu berbohong
Nanti akan menjadi sombong

2Belajarlah
Pergi ke toko membeli cincin
Ular sedang memakan gajah
Belajarlah dengan rajin
Agar masa depanmu cerah

3Kamu Orang Sinting
Keluarga sedang bercamping
Binatang itu bernama platypus
Jika kamu orang sinting
Kamu akan menjadi lupus




4Kesepian
Pintu mu akan dibukakan
Aku menyebut namamu
Di saat kamu ksesepian
Aku akan menemanimu

Oleh: K. Aditya




1Menjadi Pintar
Beli celana di pasar Johar
Ada orang gila di pasar
Marilah kita rajin belajar
Agar kita menjadi pintar

2Jangan Merokok
Pak Dimas ke pasar beli cilok
Membeli buku di toko buku
Jangan pernah mencoba-coba rokok
Karena rokok bias membunuhmu

3Cantik Tapi Gemuk
Pergi ke warung beli kerupuk
Di sana ada orang baik
Bu Lina itu sangat cantik
Tapi sayang ia sangat gemuk

4Terlambat Menyesal
Pergi ke toko bunga Tulip
Beli duren di toko papaya
Seandainya ia masih hidup
Aku berjanji akan melindunginya

Oleh: Natasha




1Cara Bahagia
Ibu sakit minum jamu
Kalau adik minum obat ramu
Patuhilah nasihat orang tuamu
Niscaya bahagia hidupmu

2Berbudi Pekerti
Ibu ke tokok membeli kain
Untuk orang yang berarti
Belajarlah menghargai orang lain
Jika ingin dihormati

3Anak yang Menyusahkan
Di jalan melihat preman yang kasar
Si preman menghajar orang
Jadi anak sudah tidak pintar
Masih juga menyusahkan orang

4Keluarga yang Kusayang
Pergi ke restoran makan ayam goreng
Makannya sambal suap-suapan
Keluargaku yang tersayang
Aku sangat menyayangi kalian

Oleh: Bintang A.P



1Mencari Ilmu
Gurih rasanya ikan kuda-kuda
Dengan penutup buah mengkudu
Ayo kita cari ilmu
Agar kita tahu selalu

2Bahagia
Enak rasanya buah mengkudu
Setelah itu berburu rusa
Hormatilah ayah ibumu
Supaya kita bahagia

3Bodoh
Pergi liburan ke pulau boboh
Tidak membawa apa-apa
Kalau anda orang bodoh
Lebih baik mati saja

4Amarah
Mari memanjat pohon kelapa
Menaiki dengan batu bata
Rasa marah telah ditahan
Dikeluarkan saat waktunya tiba

Oleh: Elroy





1Jangan Berburuk Sangka
Pergi ke pasar membeli manga
Pulangnya mampir ke toko ikan
Janganlah suka berburuk sangka
Agar tidak dijauhi teman

2Lestarikan Budaya
Pergi ke toko membeli semangka
Ke rumah paman diberi papaya
Alangkah indah alam Indonesia
Bila turut lestarikan budaya

3Payah
Pagi-pagi memakan buah
Sebelum berangkat ke sekolah
Jika tugas kau bilang susah
Pastilah sebenarnya mudah

4Tambatan Hati
Bunga mawar bunga melati
Ditanam dikebun mama
Kamulah satu tambatan hati
Buatku jatuh pandangan pertama

Oleh: Lydia W.H




1Kebijaksanaan
Lentera tergantung di atas pagar
Tertiup angina hamper padam
Bijasana bukan hanya pintar
Tapi juga sabar dan pendiam

2Rajinlah Belajar
Hari Minggu pergi ke pasar
Membeli semangka yang besar
Rajin-rajinlah belajar
Agar kamu bias pintar

3Jelek
Melihat teman matanya banyak
Punya teman rambutnya ikal
Melihat dia mukanya jelek
Selain jelek dia nakal

4Hati-Hati
Pergi ke pasar membeli baju merah
Jangan lupa beli semangka
Janganlah membuat aku marah
Karena bias saja engkau celaka

Oleh: Michael Wijaya




1Jangan Durhaka
Jalan kaki ke pasar waru
Aduh lupa beli sapu
Jangan durhaka pada ibu
Surga ditelapak kaki ibu

2Tubuh Pendek
Hujan-hujan makan kari
Kari enak asin sekali
Tubuhmu pendek sekali
Minum HILO biar tinggi

3Gapai Mimpi
Pagi-pagi nemu kukan
Kukang jatuh kecemplung kali
Jangan menengok kebelakang
Gapai mimpi indah ini

4Lama di Hati
Di laut Thea di kejar hiu
Neysya dating menolong Thea
Jika kau salami hatiku
Masih banyak lara yang tersisa

Oleh: Claudia F.P




1Beruang
Di seberang jalan ada beruang
Nenek itu jadi takut menyebrang
Kalau sudah ada peluang
Jangan jadi yang terbelakang

2Suka Mengejek
Pagi-pagi pesen gojek
Bayarnya memakai buah
Janganlah suka mengejek
Supaya temanmu banyak di sekolah

3Pepaya
Ke pasar beli semangka
Ternyata lupa beli pepeaya
Badanmu tulang semua
Taka ada daging yang tersisa

4Nyaman Denganmu
Di pasar membeli baju
Baju itu warnanya ungu
Hatiku hanya untuk kamu
Karena aku nyaman denganmu

Oleh: Evelyn




1Rajin Belajar
Pagi=pagi pergi ke pasar
Di Pasar ketemu Agus
Ayolah rajin belajar
Agar kita dapat nilai yang bagus

2Menghormati
Ke sekolah diberi uang saku
Jatuh menghilang ke sapu
Hormatilah orang tuamu
Agar bahagia masa depanmu

3Nilai Jelek
Pergi ke kota lama sekali-kali
Jangan lupa beli kain
Ya ampun nilaimu jelek sekali
Makanya jadilah anak yang rajin

4Cintamu
Perangko dan amplop sangat lekat
Kemana-mana selalu bersama
Kurasakan cintamu mendekat
Namun maaf tak dapat kuterima

Oleh: Delviana




1Rumus Panjang Umur
Kepasar membeli jamu
Ketemunya malah kamu
Patuhilang ayah ibumu
Supaya panjang umurmu

2Menghargai
Ke toko membeli arang
Sekalian membeli korek api
Hargailah semua orang
 Agar hidupmu dihargai

3Pendek Bau
Durian itu terdapat duri
Mainannya main api
Karena kamu pendek sekali
Jangan lupa ke dokter gigi

4Susahnya Mengungkapkan
Di rumah makan minumnya jamu
Sambil minum enaknya makan
Sudah lama aku mencintaimu
Namun susah untuk diungkapkan

Oleh: Dorothea Agnes




1Jangan Nakal
Pergi ke sekolah bawa bekal
Ada garam tumpah di jalan
Jadi orang jangan nakal-nakal
Agar hidup rukun dan sejahtera

2Bekerja Sama
Matanya hilang hingga satu-satunya
Jadi teman harus bekerja sama
Agar idup rukun dan sejahtera

3Orang SInting
Ada warga sedang bercamping
Binatang itu bernama platypus
Jika kamu orang sinting
Kamu akan menjadi lupus

4Madu
Kepasar membeli madu
DI jalan ada buah duku
Karena kamu mencintai aku
Maka aku nyaman denganmu

Oleh: Nando




1Mengejar Cita-Cita
Pagi-pagi ke pasar
Pergi ke pasar membelu sangkar
Rajin-rajinlah belajar
Agar cita-cita dapat kau kejar

2Hidup Teratur
Ke toko membeli durian
Makannya sambal nonton film Arthur
Taatilah Peraturan
Agar hidupmu menjadi teratur

3Kurus
Ke pasar membeli tali
Sekalian membeli jambu
Karena kamu kurus sekali
Jangan lupa minum jamu

4Setia
Pergi ke tokok membeli jamu
Perginya berjalan kaki
Aku tak akan meinggalkanmu
Walau kau tak sempurna lagi

Oleh: Putri Intania




1Jangan Putus Asa
Di dinding ada kecoa
Kecoa jatuh dimakan buaya
Jangan mudah putus asa
Raihlah terus cita-cita

2Jangan Menyerah
Nenek-nenek makan buah
Pagi-pagi beli jamur
Janganlah pantang menyerah
Maj uterus pantang mundur

3Orang Jelek
Di pasar ketemu kakek-kakek
Janganlah menengok ke belakang
Di sana banyak orang jelek
Buruk rupanya jika dipandang

4Sayang Kamu
Pagi-pagi ada tamu
Tiba-tiba beli jamu
Hatiku hanya untukmu
Karena aku saying padamu






1Raihlah Cita-Cita
Beli batik di Yogyakarta
Beli Madu di Papua
Jika kamu berusaha
Kamu bisa meraih cita-cita

2Rajinlah Belajar
Ibu-ibu pergi ke pasar
Jangan lupa membeli manga
Rajin-rajinlah belajar
Agar kelak hidup bahagia

3Perut Gendut
Kalau kamu makannya duri
Jangan khawatirkan perutmu gendut
Jika kamu gendut sekali
Jangan banyak minum susu

4Cinta
Walaupun sakit ku tetap sekolah
Agar aku bisa berjumpa denganmu
Walau kita akan berpisah
Tetapi cinta kita tetap satu

Oleh: Margaret Benedicta




1Sepatu
Di toko jual sepatu
Sepatu bagus stok baru
Patuhilah ayah ibumu
Di surga besar upahmu

2Anak Rajin
Jalan-jalan ke pasar johar
Di jalan ketemu kancil
Jadilah anak yang rajin belajar
Besar nanti akanlah berhasil

3Bola Salju
Berenang bareng di kali
Gerejaku ada basar
Tubuhmu bulat sekali
Macam bola salju yang besar

4Meninggalkanmu
Di pasar beli buah jambu
Tidak lupa membeli baju
Jika aku meninggalkanmu
Akankah kamu mengejarku

Oleh: Nesya




1Rajin Membaca
Di pinggir jalan lihat buah semangka
Buah semangka manis rasanya
Marilah kita rajin membaca
Agar kita bisa sukses nantinya

2Ciptaan Tuhan
Ke Pasar lihat buah durian
Durian itu manis sekali
Alangkah indahnya ciptaan Tuhan
Mari kita jaga dan lindungi

3Mukamu Jelek
Ingat artis Nesya Haruan
Suara emasnya yang kondang
Lihat orang gila di pinggir jalan
Mukanya kusut tak enak dipandang

4Tersakiti
Dikandang ada banyak sapi
Pengunjung dating diberi jamu
Cukup aku yang tersakiti
Jangan orang lain yang mencintaimu

Oleh: Reyma




1Kebanggaan
Pergi ke Pasar membeli ikan
Ikannya mati di tengah jalan
Jadilah anak yang dapat dibanggakan
Agar dapat membanggakan

2Mencuri
Ke taman raya bertemu teman
Teman gembira senyum berseri
Mencuri itu jangan dilakukan
Akan berdosa orang yang kita sayangi

3Nilai
Buah kedondong buah timun
Timun acar kedondong rujak
Jangan sok berlagak santun
Jika tingkah mudah ngelunjak

4Hati
Hari senja menuju mentari
Malam hari yang cerah makan duku
Melihat senyummu setiap hari
Membuat ku takut tersipu malu

Oleh: Jeselyn Y




1Belajar
Lihat ikan di tepi kali
Ikannya kecil-kecil sekali
Belajarlah hingga pandai
Agar berguna di kemudian hari

2Selalu Belajar
Jalan-jalan ke Pasar
Jangan lupa memakai sandal
Kalau kamu tidak belajar
Janganlah kamu menyesal

3Makan Bakso
Burung pipit makan srikaya
Tupai bergelantung di tali laso
Jika tidak ingin kaya
Lebih baik jualan bakso

4Pasangan Romantis
Jalan-jalan ke kota Paris
Beli ikan baunya amis
Jadilah cewek yang manis
Agar jadi pasangan yang romantic

Oleh: Sam




1Rajin Belajar
Di tepi sungai lihat ular
Banyak ular di semak belukar
Rajin-rajinlah belajar
Agar kita menjadi pintar

2Menabung
Rumah ramai banyak tamu
Terdengar banyak canda tawa
Tabunglah sisa uangmu
Agar tua hidup bahagia

3Bercanda
Jalan-jalan nemu barang antik
Di jalan memakan sotong
Kamu itu sangat cantik
Tapi aku hanya bercanda

4Hari Ulang Tahun
Pagi-pagi makan sereal
Setelah makan mi bihun
Hari ini hari spesial
Karena aku berulang tahun

Oleh: Carlene




1Orang tua
Anak elang jatuh ke rawa
Di tolong oleh mejangan rusa
Kasih saying orang tua
Selalu ada sepanjang masa

2Jangan Mau Sombong
Kayu cendana di atas batu
Sudah diikat dibawa pulang
Adat dunia memang begitu
Benda yang buruk memang terbuang

3Perhatikan
Meletus dor balon hijau
Hatiku sangat kacau
Dari jauh kukira kerbau
Eh ternyata itu engkau

4Jalan-jalan
Dari Yogya membawa bakpia
Oleh-oleh untuk sekeluarga
Aku janji akan setia
Asalkan kita bisa bahagia

Oleh: Berton




1Rajin Belajar
Ikan bandeng dimakan ikan-ikan
Ada ikan di situ ada nelayan
Kalau kita belajar dengan rajin
Kita tentu dapat nilai memuaskan

2Jangan Mengejek
Pergi ke Kota Semarang
Pergi ke Semarang naik gojek
Janganlah kamu mengejek orang
Jika dirimu tidak ingin diejek

3Gocha Ganteng Tapi Banyak Utang
Kikong sama beruang makan bandeng
Bermain pimping bersama beruang
Gocha itu anak ganteng
Tapi Gocha banya hutang

4Aku Suka dan Sayang
Hari ini adalah hari Sabtu
Hari yang menyenangkan bagiku
Aku suka dan saying kamu
Maka aku bilang I LOVE YOU

Oleh: Yoel




1Pantang Menyerah
Ada rasa ada karsa
Ada budaya ada Bahasa
Walau hidup ada kendala
Janganlah kita berputus asa

2Cita-cita
Adik memiliki banyak pita
Banyaklah hilang tinggalah satu
Kalau kamu memiliki cita-cita
Janganlah menyiakan waktu

3Belajarlah
Susah pulang mencari arah
Angin berhembus menarik karung
Wahai kawan pergilah ke sekolah
Mengapa kawan tidak dapat berhitung

4Hati Senang
Janganlah buang sampah sembarangan
Buang sampah pada tempat
Hati memang sangat senang
Karena libur sudah dekar

Oleh: Merlin