Jenis-Jenis Puisi

yogananta damar | 10/04/2014 | 0 comments

Jenis Puisi

1. Puisi lama

Puisi lama merupakan jenis puisi yang masih terikat oleh aturan-aturan. Aturan tersebut diantaranya adalah jumlah baris, sajak, bait, dan sebagainya.
Puisi yang termasuk jenis-jenis puisi lama diantarannya:

a. Mantra

Mantra ialah puisi yang berupa ucapan yang dianggap memiliki kekuatan magis. Contoh mantra:
Bismilahirohmannirohim
Sungsuam pada sungsuam
Getih pada getih
Tulang pada tulang
Urat pada urat
Daging pada daging
Kulit pada kulit
Bulu kiang pada bulu kiang
Waras nu ngajampe waras nu dijampe
Waras kupangeranna
Rep sirep

b. Pantun 

Pantun ialah puisi yang bercirikan bersajak a-b-a-b, pantun terikat oleh aturan yaitu terdiri dari 4 bait dan 4 baris, tiap baris terdiri dari 8-12 suku kata, 2 baris awal adalah sampiran, 2 baris selanjutnya adalah isi. Pantun, menurut isinya terbagi atas pantun anak, muda-mudi, agama/nasihat, teka-teki, jenaka, dsb. Pengelompokan pantun tersebut berasal dari nasihat atau isi yang terdapat di dalamnya.
Contoh pantun pantun agama:
Daun terap di atas dulang
Anak udang mati dituba
Dalam kitab ada terlarang
Yang haram jangan dicoba 
Dari pantun diatas dapat kita lihat bahwa isinya berkaitan dengan ajaran agama. Oleh sebab itu disebut pantun agama.

c. Karmina

Karmia ialah jenis pantun kilat. Susunannya seperti pantun yaitu terdiri atas sampiran dan isi, tetapi  lebih pendek.
Contoh karmia:
Dahulu parang,sekarang besi
Dahulu sayang,sekarang benci

d. Seloka

Seloka ialah pantun berkait. Biasannya terdiri dari dua pantun yang saling berkaitan.
Contoh seloka:
Merah-merah buah rambutan
Rambutan matang di keranjang
Setitik cinta aku layangkan
Berbunga-bunga untukmu sayang

Rambutan matang di keranjang
Warnanya merah layaknya bata
Berbunga-bunga untukmu sayang
Tersenyum manis kuterima cinta 

e. Gurindam 

Gurindam ialah puisi yang memiliki unsur tiap bait terdiri atas 2 larik, bersajak a-a-a-a, berisi nasihat. Meskipun terbentuk dalam dua larik, gurindam sebenarnya adalah satu kalimat. Larik pertama merupakan "syarat" dan larik kedua merupakan "jawaban".
Contoh gurindam:
Kurang fikir, kurang siasat, (larik 1)
tentu dirimu kelak tersesat. (larik 2)
Fikir dahulu sebelum berkata, (larik 1)
supaya terelak silang sengketa. (larik 2)
Siapa menggemari silang sengketa, (larik 1)
kelaknya pasti berdukacita. (larik 2)

f. Syair 

Syair ialah puisi yang bersumber dari Arab dengan ciri tiap bait 4 baris, bersajak a-a-a-a, berisi nasihat atau cerita.
Contoh syair nasihat:
Wahai anak muda, kenali dirimu
Ialah jembatan bagi tubuhmu
Kehebatan untuk dirimu
Untuk kesuksessan bagimu

Agar kau bisa meraihnya
Semangatlah yang harus ada
Kerja keras kamu ada
Kesungguhan kamu ada

Selepas dari hal itu
Panggillah nama Tuhanmu
Memohonlah kepada Tuhanmu

Tuk dapat manfaat dari usahamu

g. Talibun 

Talibun ialah pantun genap yang tiap bait terdiri dari 6, 8, ataupun 10 baris.
Contoh talibun:

Kalau anak pergi ke pekan

Yu beli belanak pun beli sampiran

Ikan panjang beli dahulu

Kalau anak pergi berjalan

Ibu cari sanak pun cari isi

Induk semang cari dahulu

2. Puisi Baru

Puisi baru ialah jenis puisi yang tidak lagi terikat oleh aturan-aturan. Dalam perkembangannya tidak ada lagi hal-hal yang dapat membatasi syarat sebuah karya dikatakan puisi atau bukan. Apabila pengarang berkata karyanya adalah sebuah puisi, maka itu puisi. Bapak puisi baru adalah Chairil Anwar.
AKU

Kalau sampai waktuku 
‘Ku mau tak seorang kan merayu 
Tidak juga kau

Tak perlu sedu sedan itu

Aku ini binatang jalang 
Dari kumpulannya terbuang

Biar peluru menembus kulitku 
Aku tetap meradang menerjang

Luka dan bisa kubawa berlari 
Berlari 
Hingga hilang pedih peri

Dan aku akan lebih tidak perduli 
Aku mau hidup seribu tahun lagi

Chairil Anwar -Maret 1943 -

Berdasarkan tema (isinya) puisi dapat dibedakan menjadi:

1. Puisi lirik yaitu puisi berisi cetusan isi hati penyair.
2. Puisi naratif yaitu puisi yang menceritakan atau menjelaskan sesuatu.
3. Puisi dramatik yaitu puisi yang mengandung percakapan atau dialog tokoh.
4. Puisi pastoral yaitu puisi yang bersifat penggemalaan, memberi petunjuk dan pedoman hidup dari sudut pandang Nasrani.
5. Puisi okasional yaitu puisi yang ditulis untuk memperingati suatu kejadian atau peristiwa yang penting.
6. Aubade yaitu puisi yang isinya nyanyian percintaan yang biasannya dinyanyikan pada waktu pagi.
7. Balada yaitu puisi yang berisi nyanyian dengan perulangan yang terus menerus.
8. Casno (Canzone) yaitu puisi tentang keindahan dan cinta.
9. Canticle yaitu puisi liris yang dasarnya di dalam liturgi, seperti yang ada dalam liturgi agama Kristen.
10. Carol yaitu puisi himne riang gembira yang sebenarnya berasal dari tradisi kegembiraan terhadap kelahiran Kristus.
11. Chant yaitu puisi yang berisi nyanyian kerja atau reitasi keagamaan yang mengandung perulangan-perulangan.
12. Ditty yaitu puisi lirik sederhana yang dimaksudkan sebagai nyanyian atau lagu.
13. Epithalamion yaitu puisi perkawinan atau pernikahan.
14. Prothalamion yaitu puisi lirik yang bersifat meditasi tentang subjek yang sama dengan epithalamion.
15. Ode yaitu puisi pujian terhadap seseorang atau suatu hal.
16. Serenada yaitu puisi yang berisi nyanyian percinyaan yang dinyanyikan pada waktu senja, sama dengan aubade.
17. Epik yaitu puisi yang bersifat menceritakan atau menjelaskan sesuatu.
18. Romance yaitu puisi yang berisi percinyaan yang romantis yang penuh dengan luapan perasaan.
19. Ballad yaitu puisi tentang kepahlawanan seseorang.
20. Fabel yaitu puisi yang bercerita tentang binatang dan mengandung alegori yang bersifat pengajaran.

Category:

rumpunsastra.com:
Rumpunsastra.com menyediakan informasi terkait dengan Bahasa dan Sastra Indonesia

0 comments