Sosiolinguistik

yogananta damar | 5/31/2015 | 0 comments

Sosiolinguistik

Pengertian, Ruang Lingkup dan Kegunaan

A. Pengertian Sosiolinguistik

Sosiolinguistik sendiri menurut Halliday via Sumarsono (2013:2) disebut sebagai linguistik institusional. Artinya sosiolinguistik selalu berkaitan dengan manusia yang memakai bahasa tersebut. Manusia yang memakai bahasa tentu memiliki berbagai aspek, seperti jumlah, sikap, adat istiadat, dan budaya. Oleh karena itu sosiolinguistik lebih mengarah ke dalam lingkup sosiologi daripada linguistik, meskipun sebenarnya dalam sosiolinguistik keduanya berkaitan. Sosiolinguistik memandang kedudukan bahasa dalam hubungannya dengan pemakai bahasa di dalam masyarakat, karena dalam masyarakat manusia tidak lagi dikatakan sebagai individu saja (lingkup penutur), melainkan sebagai bagian dari kelompok sosial (lingkup kelompok tutur). 

Menurut Hymes (1997: 19), sosiolinguistik berkembang sebagai tahap transisi dalam bidang linguistik dan ilmu sosial yang berdekatan. Dari pendapat itu, dapat dipahami bahwa kajian sosiolinguistik mencakup bahasa dan ilmu sosial.

B. Ruang Lingkup

Sosiolinguistik sebenarnya hanya mencakup dua hal yaitu bahasa dan masyarakat, karena pada hakikatnya sosiolinguistik merupakan suatu ilmu yang bersifat interdisipliner dengan sosiologi. Jadi, ruang lingkup sosiolinguistik adalah bahasa (dengan berbagai ragam, ciri, dan variasinya) dan masyarakat dengan segala faktor, fungsi sosial, serta budaya.

Nababan (1986: 3) menyatakan bahwa ruang lingkup sosiolinguistik meliputi:

1. Mengkaji bahasa dalam konteks sosial dan kebudayaan

Sosiolinguistik mengkaji tentang bahasa dalam konteks sosial dan kebudayaan. Bahasa merupakan bagian dari sistem sosial dan kebudayaan dimana ketiganya tidak dapat dipisahkan. Sistem sosial dan interaksi sosial di masyarakat terbentuk karena budaya, sedangkan bahasa merupakan sarana yang digunakan oleh masyarakat untuk berkomunikasi dan berinteraksi. Oleh karena itu, bahasa yang dikaji dalam sosiolinguistik tidak terlepas dari konteks sosial dan budaya.\

2. Menghubungkan faktor-faktor kebahasaan, ciri-ciri, dan ragam bahasa dengan situasi serta faktor-faktor sosial dan budaya.

Sosiolinguistik tidak hanya mengkaji bahasa dalam konteks bahasa sebagai alat komunikasi, akan tetapi bahasa secara menyeluruh yang meliputi faktor, ciri, dan ragam bahasa yang kemudian dihubungkan dengan situasi sosial budaya yang ada pada saat itu. Dengan kata lain, perubahan dan perkembangan faktor kebahasaan, ciri-ciri, dan ragam bahasa yang terjadi selalu berhubungan dengan situasi dan faktor sosial budaya.

3. Mengkaji fungsi-fungsi sosial dan penggunaan bahasa dalam masyarakat 

Sosiolinguistik erat kaitannya dengan sosiologi (masyarakat), sehingga bahasa sehari-hari yang digunakan oleh masyarakat pun tidak lepas dari kajian sosiolinguistik. Setiap kelompok masyarakat memiliki corak bahasa yang berbeda. Berbeda letak geografis wilayah akan mempengaruhi penggunaan bahasa masyarakat tersebut. Selain itu, perbedaan kelas sosial, profesi, pendidikan, juga berpengaruh terhadap bahasa yang digunakan.

C. Kegunaan Sosiolinguistik

Sosiolinguistik dapat dimanfaatkan pada saat berkomunikasi ataupun berinteraksi kepada orang lain. Sosiolingusitik memberikan pedoman kepada kita dalam hal ragam bahasa atau gaya bahasa apa yang harus kita gunakan ketika berbicara dengan orang tertentu. Sosiolinguistik menjelaskan bagaimana menggunakan bahasa dalam aspek atau segi sosial tertentu.


Daftar Pustaka:


Hymes, Dell. 1997. “The Scope of Sociolinguistics” dalam Nikolas Coupland dan Adam Jaworski (Ed.) Sociolinguistics: A Reader and Coursebook. United States of America: Macmillan Press Ltd.

Nababan, P.W.J. 1986. Sosiolinguistik: Suatu Pengantar. Jakarta: Gramedia.

Sumarsono. 2013. Sosiolinguistik. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.




Category:

rumpunsastra.com:
Rumpunsastra.com menyediakan informasi terkait dengan Bahasa dan Sastra Indonesia

0 comments