Relasi Makna Sinonimi

yogananta damar | 11/05/2015 | 0 comments

Relasi Makna Sinonimi

Relasi makna dalam suatu bahasa terbentuk akibat sifat arbitrer suatu bahasa. Berikut ini akan dibahas beberapa relasi makna secara semantik.

Sinonimi

Sinonimi merupakan suatu relasi makna yang terbentuk akibat adanya kesamaan makna antara kata yang satu dengan kata yang lain. Untuk mengetahui suatu kata merupakan sinonim atau bukan, kita dapat memasukannya dalam sebuah konteks kalimat. Apabila kata tersebut mampu menggantikan kata yang lain untuk membentuk sebuah konteks makna kalimat yang sama, maka dapat dipastikan kata tersebut bersinonim. 
Contoh:
Enak  = Lezat
konteks kalimat: 
1. Makanan di kantin sekolah sangat enak.
2. Makanan di kantin sekolah sangat lezat.

Dari contoh di atas, dapat dipastikan bahwa kata enak bersinonim dengan kata lezat.

Mengapa harus menggunakan konteks kalimat?
coba perhatikan kata di bawah ini:

Gugur=mati

Secara leksikal kata gugur memiliki empat makna, (1)jatuh sebelum masak (2)batal; tidak jadi; tidak berlaku lagi (3)mati dl pertempuran: (4)kalah; rontok:
Sedangkan mati memiliki lebih dari 10 makna leksikal. Kata "gugur" dapat  dikatakan bersinonim dengan "mati" apabila konteks yang dimaksud adalah seperti contoh di bawah:
Kakaknya gugur di medan pertempuran. 
Namun, kata gugur tidak dapat dikatakan bersinonim dengan mati apabila konteksnya adalah seperti contoh di bawah:
Tim SMA 1 gugur.
Pada konteks kalimat di atas, kata gugur tidak dapat bersinonim dengan mati, sebab apabila kata gugur pada konteks kalimat di atas diganti dengan kata mati, maka makna kalimat yang terbentuk akan menjadi berbeda. "Tim SMA 1 gugur." memiliki makna Tim  SMA 1 kalah . Kata gugur pada kalimat di atas tidak dapat digantikan dengan kata mati, sebab makna kalimat yang terbentuk sangat berbeda. Kata gugur pada kalimat di atas lebih tepat apabila diganti dengan kata tumbang atau kalah.

Berikut contoh sinonim berserta konteks kalimatnya:

No
Kata
Makna
Konteks Kalimat
1
Dana

Anggaran
uang yg disediakan untuk suatu keperluan; biaya:
rencana penjatahan sumber daya yg dinyatakan dng angka, biasanya dl satuan uang;
Dana santunan kecelakaan mencapai 25 juta.
Anggaran untuk korban kecelakaan mencapai 25 juta.
2
Imbas

Efek
perolehan sesuatu sbg akibat pengaruh sesuatu yg lain,
akibat; pengaruh:
Warga sudah merasakan imbas dari pembangunan pabrik.
Kenaikan harga bensin mempunyai efek terhadap harga kebutuhan pokok.
3
Hemat

Irit
berhati-hati dl membelanjakan uang, dsb; tidak boros;
tidak boros
Hemat uang jajanmu!

Kamu harus lebih irit dalam menggunakan uang jajan!
4
Menghidupkan




Menyalakan
menjadikan (membuat, menyebabkan) hidup  (dipakai dl berbagai makna spt menyalakan, membangkitkan kembali, membakar)
menjadikan bernyala;
Adik menghidupkan lampu karena sudah petang.



Andi menyalakan lampu kamarnya sejak tadi siang.
5
Pakar

Ahli
(orang) ahli; spesialis;

orang yg mahir, paham sekali dl suatu ilmu (kepandaian)
Pak Adi adalah pakar Bahasa Indonesia.
Agus bercita-cita menjadi ahli Bahasa Sansekerta.
6
Absolut

Mutlak
tiada terbatas;

tiada terbatas;
Tidak ada kebenaran yang absolut.
Tidak ada kebenaran yang mutlak.
7
Harmoni

Serasi
keselarasan; keserasian

cocok; sesuai;
Harus ada harmoni antara gerak dan irama ketika menari.
Untuk menciptakan keindahan suatu tarian, dibutuhkan gerak dan irama yang serasi.
8
Sah


Legal
dilakukan menurut hukum (undang-undang, peraturan) yg berlaku:
sesuai dng peraturan perundang-undangan atau hukum
Dibutuhkan surat-surat keterangan yang sah dari kepolisian.
Artos memiliki izin usaha yang legal untuk menambang di sini.
9
Evaluasi


Penilaian
Penilaian
proses, cara, perbuatan menilai; pemberian nilai (biji, kadar mutu, harga)
Akan diadakan evaluasi pada akhir minggu ini.
Minggu ini akan dilaksanakan penilaian kinerja guru.
10
Benar

Betul
sesuai sebagaimana adanya (seharusnya) dapat dipercaya
sesungguhnya dapat dipercaya
Kesaksiannya benar.

Betul seperti apa yang dikatakannya.
11
Rajin

Giat
suka bekerja (belajar dsb); getol; sungguh-sungguh bekerja;
bergairah, dan bersemangat (tt perbuatan, usaha, dsb);
Ia rajin bekerja.

Ia giat belajar.
12
Bahagia


Senang
keadaan atau perasaan senang dan tenteram (bebas dr segala yg menyusahkan)
tidak ada sesuatu yg menyusahkan, tidak kurang suatu apa dl hidupnya
Ia kini sudah hidup bahagia.


Ia kini sudah hidup senang.
13
Melihat

Memandang
memperhatikan;

mengarahkan pandangan ke
Ali sedang melihat lukisan di dinding.
Andi sedang memandang lukisan.
14
Bohong

Dusta
tidak sesuai dng hal (keadaan dsb) yg sebenarnya;
tidak benar (tt perkataan)
Ari suka berkata bohong.

Apa yang dikatakannya adalah dusta.
15
Buruk

Jelek
tidak cantik, tidak elok, jelek (tt muka, rupa, dsb)
tidak enak dipandang mata; buruk (tt wajah)
Tulisanmu sangat buruk.

Tulisanmu sangat jelek.


Category:

rumpunsastra.com:
Rumpunsastra.com menyediakan informasi terkait dengan Bahasa dan Sastra Indonesia

0 comments