Sinopsis Novel Atheis

yogananta damar | 10/19/2014 | 0 comments

Sinopsis Novel Atheis

Judul               : Atheis
Penulis             : Achdiat K. Miharja
Penerbit           : Balai Pustaka
Thn Terbit       : 1989



Hasan yang lahir dari sebuah keluarga yang sangat taat kepada agamanya yaitu Islam. Sejak kecil Hasan dididik dengan cara Islam, Ayahnya Raden Wiradikarta menginginkan Hasan menjadi anak yang baik,sopan,berilmu dan berakhlak sholeh.Oleh karena itu,walaupun Hasan masih kecil tapi,dia sudah menunjukkan pribadi Islam yang taat.Hasan selalu patuh kepada semua peraturan kedua orang tuanya.
Suatu ketika, Hasan bertemu sahabat lamanya bernama Rusli. Dalam waktu yang bersamaan, Rusli mengenalkan seorang perempuan bernama Kartini yang bersamanya pada waktu itu kepada Hasan. Kehadiran Kartini mengubah seluruh hidup Hasan, ia berusaha menyesuaikan diri dengan pergaulan Kartini dan paham yang diyakininyaHasan mengalami berbagai konflik yang menyebabkan pertentangan hebat didalam batinnya. Masalah meruncing ketika muncul Anwar, seorang seniman dan sekaligus teman Rusli, Anwar dikenalkan Rusli kepada Hasan dan Kartini ketika mereka berada disebuah Restoran. Sejak saat itu Hasan telah mengetahui bahwa Anwar menaruh hati kepada Kartini. Mengetahui keadaan seperti itu, akhirnya Hasan menikahi Kartini yang sudah menjadi cita-citanya dari sejak ia mengenalnya.Awalnya Hasan ingin menuntun istrinya itu menjadi seorang muslimah dengan satu keyakinan dalam rumah tangga yang baru saja ia masuki.
Kebahagiaan Hasan dengan Kartini tidak berlangsung lama. Menurut Hasan Anwar-lah penyebab putusnya hubungan dengan sang ayah. orang tua Hasan yang memang dari semula tidak pernah menyetujui pernikahan mereka karena Kartini seorang Atheis. Anwar pula yang kerap menggelitiki kecemburuannya. Oleh karena itu ia selalu mencuriagai Anwar
Rumah tangga yang semula diselimuti kabahagiaan harus berakhir dengan perceraian, Hasan pun menceraikan Kartini karena dia beranggapan bahwa Kartini telah berselingkuh dengan Anwar, dia selalu pergi dengan Anwar ketika meninggalkan rumah. Begitulah pemikiran Hasan yang pada saat itu keadaannya yang sedang sakit TBC, dia sangat sedih dan menyesal karena dia sudah melukai hati kedua orang tuannya dengan menjadi AtheisHasan sangat menyesal dengan apa yang telah dipilih dalam hidupnya, dengan penyakit TBC yang dideritanya.
Hidupnya berakhir pada peluru yang ditujukkan kepadanya ketika dia berjalan sempoyongan di jalan oleh tentara Jepang yang pada waktu itu sedang mambabi buta di jalanan sekitar perumahannya. Hasan pun tersungkur bermandikan darah dengan melepas kata “ALLAHU AKBAR “ tak bergerak lagi.



Category:

rumpunsastra.com:
Rumpunsastra.com menyediakan informasi terkait dengan Bahasa dan Sastra Indonesia

0 comments