Sinopsis Novel Belenggu

yogananta damar | 10/19/2014 | 0 comments

Sinopsis Novel Belenggu

Judul               : Belenggu
Penulis             : Arjmin Pane 
Penerbit           : Dian Rakyat
Thn Terbit       : 1988

Dokter Sukartono (Tono) adalah seorang dokter yang baik, bijaksana, dan dermawan. Karena kesibukannya ia hampir tak memiliki waktu untuk istrinya Sumartini. mereka tidak pernah akur. Mereka tidak saling berbicara dan saling bertukar pikiran. Masalah yang mereka hadapi tidak pernah dipecahkan bersama-sama sebagaimana layaknya suami istri. Masing-masing memecahkan masalahnya sendiri-sendiri. Itulah sebabnya keluarga mereka tampak hambar dan tidak harmonis. Mereka sering salah paham dan suka bertengakar.
Masalah utama yang dihadapi suami istri tersbut adalah tidaka adanya rasa saling cinta diantara mereka. Tono memperistri Tini karena kecantikan, kecerdasan, dan keceriaan diantara mereka. Tini bersedia diperistri Tono karena ingin melupakan masa lalunya tang kurang baik.
Kekacauan bertambah dengan hadirnya Rohayah alias Siti Hayati. Ia seorang penyanyi keroncong, yang juga seorang wanita panggilan. Ia mencintai Tono sejak dahulu. Namun ia menjadi korban kawin paksa dan jatuh ke limbah kenistaan.
Lama-kelamaan hubungan Yah dengan Tono diketahui oleh Sumartini. Betapa panas hatinya ketika mengethui hubungan gelap suaminya dengan wanita bernama Yah. Dia ingin melabrak wanita tersebut. Secara diam-diam Sumartini pergi kehotel tempat Yah menginap. Dia berniat hendak memaki Yah sebab telah mengambil dan dan menggangu suaminya. Akan tetapi, setelah bertatap muka dengan Yah, perasaan dendamnya menjadi luluh.
Sepulang dari pertemuan dengan Yah, Tini mulai berintropeksi terhadap dirinya. Dia merasa malu dan bersalah kepada suaminya. Dia merasa dirinya belum pernah memberi kasih sayang yang tulus pada suaminya. Selama ini dia selalu kasar pada suaminya. Dia merasa telah gagal menjadi Istri. Akhirnya, dia mutuskan untuk berpisah dengan Suaminya.
Betapa sedih hati Dokter Sukartono akibat perceraian tersebut. Hatinya bertambah sedih saat Yah juga pergi. Yah hanya meninggalkan sepucuk surat yang mengabarkan jika dia mencintai Dokter Sukartono. Dia akan meninggalkan tanah air selama-lamanya dan pergi ke Calidonia.
Dokter Sukartono merasa sedih dalam kesendiriannya. Sumartini telah pergi ke Surabaya. Dia mengabdi pada sebuah panti asuhan yatim piatu, sedangkan Yah pergi ke negeri Calidonia.





Category:

rumpunsastra.com:
Rumpunsastra.com menyediakan informasi terkait dengan Bahasa dan Sastra Indonesia

0 comments