Sinopsis Novel Masa Bergolak

yogananta damar | 10/19/2014 | 0 comments

Sinopsis Novel Masa Bergolak

Judul               : Masa Bergolak
Penulis             : M. A. Salmoen
Penerbit           : Balai Pustaka
Thn Terbit       : 1968

         
Mulyadi adalah seorang insinyurr teknik yang pernah bekerja sebagai pengawas bangunan dan pabrik di Kota Bandung. Ia merupakan tentara dengan pangkat sersan mayor. Mulyadi bertempur melawan Belanda dan menderita luka di pahanya.
Setelah sembuh dari luka, Ia berhasil menyelamatkan seorang gadis bernama Mintarsih, seorang intel Republik. Melalui informasi yang diberikan gadis itu ia tahu bahwa ayahnya telah diculik gerombolan orang yang menggunakan kendaraan Pontiac hitam.
Akhirnya mulyadi memutuskan untuk menyusul ibunya yang tinggal di Bogor dengan menyamar sebagai setoker di kereta api. Melalui bantuan Mintarsih Mulyadi bisa menyamar menjadi setoker. Sebelum berangkat ke Bogor, Mulyadi ikut serta dalam penyerbuan ke Hotel Savoy Homann tempat perwira Inggris. Dengan menjadi setoker, Ia baru mengetahui tentang kekompakan Jawatan Kereta Api dalam bekerja mendukung kepentingan Republik. Mulai dari penggagalan pengiriman senjata hingga menyelundupkan tentara republik. Selama di Bogor, ia tinggal di rumah kakeknya.
Dalam penyelidikan untuk mencari gerombolan penculik ayahnya, ia berjumpa dengan Barnas, intelejen yang menyamar sebagai tukang loak. Mereka kemudian sepakat untuk mencari gerombolan tersebut.
Mulyadi kembali ke Bandung dan bergabung dengan kesatuannya pada Maret 1946. Ia memimpin pasukannya ke utara pinggiran kota Bnadung. Bersama pasukannya, ia melakukan sabotase untuk merugikan Belanda; selain itu ia juga bergasil membrantas Gerombolan Arjalin, gerombolan yang selalu memeras rakyat atas nama perjuangan.
April 1946 ia ditugaskan atasanya untuk membebaskan tawanan di Tanjung. Ia diberi tahu bahwa ayahnya juga ditawan ditempat itu. Setelah tim terbentuk ia berangkat ke Bogor menghadap komandan Divisi III. Selanjutnya ia melakukan penyerbuan dan berjalan gemilang. Para ttawanan termasuk ayah Mulyadi-Rade Waluya.
Pertempuran Mulyadi belum selesai sampai disini. Ia dan anak buahnya masih harus menangkap gerombolan Amat Sengkek. Pengejaran terhadap gerombolan ini sangat sengit. Mulyadi dan pasukanya meyerbu ke sarang Ahmad  Sengkek di Ranjamandala. Dengan bantuan lurah dan rakyat setempat ia berhasil menumpas gerombolan itu. Selanjutnya, Mintarsih dan Mulyadi kembali ke Bandung untuk melanjutkan perjuangan kemerdekaan.


Category:

rumpunsastra.com:
Rumpunsastra.com menyediakan informasi terkait dengan Bahasa dan Sastra Indonesia

0 comments