Sinopsis Novel di Simpang Jalan

yogananta damar | 6/02/2015 | 0 comments

Di Simpang Jalan
Pengarang  : Ras Siregar
Penerbit      : Pustaka Karya Grafika Utama
Tahun          : 1988

Pertemuan Bahrum dan Anita terjadi ketika Bahrun dalam kursus manajemen yang diikutinnya. Sama seperti Bahrum, Anita Rahman juga diutus oleh kantornya untuk mengikuti kursus manajemen. Meskipun masing-masing sudah berkeluarga, pertemuan keduanya yang semakin kerap menimbulkan rasa diantara mereka.
Bahrum memiliki lima orang anak. Berbeda dengan Bahrum, Anita belum dikaruniai anak sama sekali, hal itu membuanya merasa tidak bahagia dalam perkawinannya dengan Rahman. Pernikahannya dengan Rahman memang tidak didasari oleh rasa saling cinta, melainkan karena kehendak orang tua yang masih ada hubungan saudara.
Rahman sendiri berasal dari keluarga mampu. Ayahnya punya perusahaan kopi. Rahman merupakan tamatan SMA yang bekerja di P dan K Jakarta. Anita merupakan tamatan perguruan tinggi dan bekerja di perusahan swasta. Ia menduduku jabatan personalia.
Bahrum dan Anita sering bercerita keluh kesah. Bagi Anita, Bahrum adalah orang yang menyenandkan. Hal itu merupakan sesuatu hal yang tidak ia dapat dari sang suami.
Setelah ayahanda Rahman meninggal terjadilah pertengkaran. Pertengkaran itu terjadi karena Anita tidak datang pada malam ketujuh mertuanya meninggal. Hal itu dikarenakan ia tidak peduli lagi dengan mertuannya. Saat ditanya ia menjawab santai bahwa sedang nonton bersama teman-temannya. Mendengar jawaban itu sang suami marah besar dan menampar Anita. Akhirnya Anita minta diceraikan.
Anita dan Rahman berpisah. Anita menyewa sebuah rumah pondokan. Di sana ada lima wanita penyewa termasuk Anita. Tini, salah satu dari lima wanita itu sangat doyan berkencan dengan lelaki berduit. Anita bahkan pernah diajaknya. Rahman pernah mengunjungi anita di rumah pondokan itu dan memintannya pulang ke rumah, namun hal itu ditolak Anita.
Suatu ketika mertua Bahrum sakit. Istrinya harus pulang ke kampung halamannya untuk menjenguk orang tuannya. Bahrum tidak ikut. Ia memilih menjaga kelima anaknya. Selain itu, ia juga ingin melihat Anita.
Saat itu Anita mengambil cuti dari pekerjaannya. Tidak menyia-nyiakan kesempatan, Bahrum mengajak Anita jalan-jalan. Mereka saling melepaskan perasaan masing-masing.
Suatu malam Anita sempat hendak diperkosa oleh Yanto. Yang tinggal di pondokannya. Ia melawan sekuat tenaga dan berhasil kabur. Ia kemudian pergi ke rumah Bahrum. Meskipun kaget, setelah mendengar keterangan dari Anita, Bahrum mengusulkan agar Anita tinggal di rumahnya. Anita merasa senang dapat mengenal anak-anak Bahrum.
Suatu hari Rahman datang menjumpai anita di rumah Bahrum. Ia mengajak Anita kembali bersamannya. Anak-anak Bahrum juga cepat akrab dengan Rahman. Mereka bahkan berjanjo bertamasya ke Cibodas.

Sepulang dari Cibodas, Bahrum dan istrinya yang telah menanti di rumah memperkenalkan Anita dan Rahman kepada istrinya. Pengalaman itu mengubah Anita dan Rahman. Sesampainya di rumah. Rahman merangkul Anita. Mereka bersatu kembali demi terwujudnya rumah tangga yang bahagia.

Category:

rumpunsastra.com:
Rumpunsastra.com menyediakan informasi terkait dengan Bahasa dan Sastra Indonesia

0 comments