Sinopsis Novel Rafilus

yogananta damar | 6/02/2015 | 0 comments

Rafilus

Pengarang  : Budi Darma
Penerbit      : Balai Pustaka
Tahun          : 1988

Rafilus dikatakan pernah mati dua kali. Badan Rafilus katanya tidak terbuat dari daging, tapi dari besi. Tiwar memang sering berpikir melantur. Ia sering membayangkan macam-macam. Oa sering terhantuk ke dalam dunia yang diciptakannya sendiri.
Suatu ketika Jumarup, seorang kaya yang dermawan di Surabaya mengundang Tiwar dalam pesta khitanan anaknya. Memang Jumarup mengundang banyak orang, meskipun tidak dikenalnya. Selain Tiwar, Rafilus juga diundang. Sebagai tuan rumah, Jumarup dan keluarganya justru tidak datang dalam pesta itu. Para tamu hanya dilayani oleh pelayannya. Dalam pesta itu, Tiwar terus mengamati Rafilus. Semakin diamati, semakin tampak keanehan pada Rafilus.
Belakangan diketahui, ketidak hadiran Jumarup pada pesta itu adalah karena sakit parah.
Tiwar suka bertanya kepada opas pos tentang Rafilus. Dari cerita Munandir sang opas pos, ia banyak mengetahui tentang Rafilus, misalnya tempat tinggal, kebiasaan, dll. Konon Munandir sering diperlakukan baik oleh Rafilus. Ia sering diberi makan dan uang. Dari cerita Munandir Tiwas tahu bahwa Rafilus memiliki kekuata yang hampir sama dnegan Van der klooning, yaitu seorang Belanda yang hidup sendiri seperti Rafilus. Ada juga seorang Belanda lain yang memiliki perlakuan yang berlawanan dengan orang Belanda lainnya yaitu Jaan van Kraal. Ia selalu arogan dengan setiap orang yang datang ke ruamhnya, termasuk opas pos yang menyampaikan surat atau wesel kepadannya.
Tiwar secara berkala menerima surat dari Pawestri Keduanya lalu datang ke Surabaya Kota untuk bertemu. Di situ mereka bertemu dan saling jatuh cinta pada pandangan pertama. Lalu mereka sepakat untuk melangsungkan perkawinan.
Entah perkawinan itu hanya lamunan Tiwar atau benar-benar terjadi tidak menjadi soal bagi Tiwar. Yang penting Tiwar mengetahui asal usul dirinya. Melalui surat surat Pawestri, Tiwar mengetahui bahwa gadisnya adalah seorang anak yang tak jelas siapa bapaknya. Pawestri juga pernah bercerita tentang kesibukan kantor yang membuatnya seperti mesin. Ada juga tentang cerita siapa kedua orang belanda yang bernama Van der Klooning dan Hjaan van Kraal.
Suatu ketika Pawestri meminta kepada Tiwar agar bersedia mempertemukan dirinya dengan Rafilus. Rupanya, Pawestri juga terpesona oleh kenehan tubuh Rafilus. Menurut Pawestri, Rafilus adalah laki-laki yang mampu memberi benih yang ia harapkan. Ia membayangkan anaknya kelak akan lahir sebagai orang yang perkasa. Pawestri berusaha menarik perhatian Rafilus, namun Rafilus sangat acuh terhadap Pawestri.
Tiwar yang ingin tahu lebih banyak tentang Rafilus segera melakukan pencarian. Ia berhasil bertemu Rafilus di rumahnya. Namun hal itu justru makin membuanya penasaran.
Setelah itu, berbagai peristiwa makin membuat tiwar terlelap dalam pikiran-pikirannya. Ia mulai melantur kemana-mana. Munandir tewas tergilas kereta. Ia sendiri nyaris tertabrak kereta yang sama. Lalu kecelakaan beruntun. Ada seorang lelaki tertabrak sebuah mobil dan penabraknya kabur begitu saja. Belakangan sang penabrak diketahui bernama Sinyo Minor, yang mati ditabrak Rafilus.
Tiwar mulai mengetahui asal-usul Rafilus. Namun pada saat akan terkuak, Rafilus justru tewas tersambar kereta.
Kematian Rafilus ternyata mengundang masalah lain. Tak ada seorang-pun yang mengenali Rafilus. Semua bingung hendak dikubur dimana. Beruntung datanglah Rabelin. Ia tak mengenal Rafilus, tetapi dia bersedia mengurus segala sesuatu yang berkaitan dengan penguburan Rafilus.
Rafilus hanya diantar beberapa orang salah satunya Tiwar. Pada saat yang sama, Jumarup mendadak mati. Ia juga dikuburkan di sana. Mengingat Jumarup termasuk orang kaya, dermawan dan dikenal masyarakat, pemakamannya diiringi oleh banyak pelayat. Akibat kematian Jumarup, ambulan Raflus Tersisih karena jalan menuju pemakaman itu macet.

Ambulan tidak dapat bergerak. Lalu saat ambulan melewati rel kereta api, medadak datang kereta api dan menyambar ambulan. Semua penumpang di dalam ambulan segera turun. Mayat Rafilus, untuk kedua kalinya tertabrak kereta. Kepalanya terlepas dan tertancap di tiang.

Category:

rumpunsastra.com:
Rumpunsastra.com menyediakan informasi terkait dengan Bahasa dan Sastra Indonesia

0 comments