Teks Eksposisi

yogananta damar | 10/13/2016 | 1 comments

Teks Eksposisi

Eksposisi berarti memaparkan. 

Teks eksposisi adalah teks yang menyingkapkan atau memaparkan pikiran, ide, gagasan, perasaan, penulis agar pembaca dapat mengetahuinya. 
Buah pikir, ide, gagasan, perasaan, yang paparkan oleh penulis disebut tesis 'tema'. Tesis ini adalah inti dari sebuah teks eksposisi. Tesis dapat diungkapkan secara tersurat di dalam sebuah kalimat ataupun secara tersirat. Sebuah contoh: seorang penulis menyampaikan buah pikir nya tentang bahaya laten korupsi dalam sebuah tulisan, maka secara otomatis itulah tesis sang penulis. 
Karena yang bagian utama dalam sebuah teks eksposisi adalah tesis, maka penulis harus memberikan wacana yang mampu mendukung tesisnya, atau membuktikan tesisnya. 
Apabila penulis hendak menyampaikan tesisnya yang berupa bahaya laten korupsi, maka penulis juga harus memberikan argumentasi ataupun membuktikan bahwa korupsi itu berbahaya. Bukti tersebut misalnya, (1) ada paragraf yang menerangkan terlambatnya pembangunan infrastruktur suatu tempat akibat korupsi, (2) dengan pembangunan terganggu, pertumbuhan ekonomi di tempat itu juga tergannggu, (3) yang pada akhirnya ada paragraf yang menerangkan kerugian masif akibat 1 korupsi.
Argumentasi atau uraian-uraian pendukung, dalam teks eksposisi biasanya disebut kelas-kelas semakin baik penulis menguraikan kelas-kelas, semakin baik pula teks eksposisi yang dibuat. Perlu diperhatikan juga bahwa penulisan tiap-tiap kelas hendaknya sebuah paragraf yang berbeda.

Akhir dari tulisan teks eksposisi adalah sebuah kesimpulan. Kesimpulan ini diambil dari argumentasi  (kelas-kelas) yang telah disampaikan. Kesimpulan yang diambil haruslah kesimpulan yang mendukung tesis.

Kerangka Teks Eksposisi

Dari pemaparan yang telah disampaikan sebelumnya, gambarkan kerangka teks eksposisi adalah sebagai berikut:
1. Tesis 
2. Kelas-kelas (argumentasi)
- kelas-kelas 1
- kelas-kelas 2
- kelas-kelas 3, dst
3. Kesimpulan

Sifat Polemis Teks Eksposisi

Hampir semua teks eksposisi dapat dibuatkan eksposisi tandingan. Isi dari teks eksposisi tidak selalu dapat diterima oleh pembacannya. Hal karena teks eksposisi dapat mengandung sifat polemis. Coba kita lihat kembali contoh tesis bahaya laten korupsi tidak semua pembaca akan setuju dengan penulis. Ada yang beranggapan bahwa korupsi adalah oli pembangunan. Dengan tidak adanya korupsi maka tidak ada pembangunan. Ataupun misalnya ada pembangunan maka hal itu terhambat karena yang berkepentingan mempersulit karena tidak mendapatkan apa-apa. 

Manfaat Pembelajaran Teks Eksposisi

Eksposisi merupakan pola dasar penulisan ilmiah. Eksposisi juga sangat erat hubungannya dengan proses berpikir logis dan sistematis. Pembelajaran teks eksposisi mampu melatih siswa untuk mengambil sikap, sekaligus mendukung sikap itu dengan mengutarakan gagasan secara logis. 


Contoh Teks Eksposisi:

BAHAYA LATEN KORUPSI

(Tesis)
Korupsi merupakan tindakan dapat menyebabkan kerusakan masif. Korupsi adalah kegiatan secara bersembunyi sembunyi, untuk mengurangi apa yang semestinya demi kepentingan pribadi ataupun golongan. Bahaya korupsi bersifat laten namun pasti.
(Kelas-kelas) I
Sebuah korupsi kecil dapat membawa dampak yang besar. Lihat kasus robohnya gedung Wei Guan Golden Dragon di Taiwan misalnya. Peristiwa tersebut menewaskan 35 orang. Akar dari masalah ambruknya gedung tersebut adalah karena beton yang seharusnya dicor dengan semen justru diisi dengan kaleng minyak. Tentu saja dana untuk membeli semen lebih mahal dibandingkan dengan kaleng minyak bekas. Namun kekuatan struktur gedung menjadi lemah. Alhasil hanya karena gempa kecil gedung tersebut roboh. Gedung itu adalah satu-satunya gedung yang roboh.
(Kesimpulan)
Dengan contoh kasus yang telah dipaparkan. Jangan anggap lagi korupsi  sebagai kejahatan sepele. Korupsi kecil pun bisa merupakan kejahatan yang berdampak masif. Karena korupsi menyimpan bahaya laten. Artinya bahaya korupsi tidak terlihat namun menyimpan potensi bahaya yang besar.


Acuan Pustaka:
Marahimin, Ismail. 2008. Menulis Secara Populer. Jakarta: Dunia Pustaka Jaya.

Category:

rumpunsastra.com:
Rumpunsastra.com menyediakan informasi terkait dengan Bahasa dan Sastra Indonesia

1 comments