Sinopsis Novel Asmara Jaya

yogananta damar | 6/02/2015 | 0 comments

Asmara Jaya

Pengarang  : Adinegoro
Penerbit      : Balai Pustaka
Tahun          : 1931 (Cetakan II)

Sebuah perkawinan yang dilaksanakan di Padang berlangsung tanpa kehadiran mempelai pria. Perkawinan itu sejatinya antara Nuraini dan Rustam. Rustam sebenarnya merupakan pria yang sudah beristri. Istri Rustam bernama Dirsina, ia adalah seorang gadis Sunda.
Kala itu ketika Nuraini dalam perjalanan hendak menemui Rustam di Bandung, Rustam dan Istrinya sedang dalam masalah. Anak mereka yang berumu satu setengah tahun meninggal. Istri Rustam sendiri, Dirsina kala itu sedang mengandung tiga bulan. Rustam sangat mencintai istrinya. Namun, cinta itu terbentur oleh adat. Menurut adat yang berlaku Rustam harus menceraikan istrinya karena bukan berasal dari suku yang sama.
Hal itu diabaikan Rustam. Hatinya telah bulat untuk memilih mencintai istrinya. Biarpun ia dipaksa mengawini Nuraini Rustam tidak ambil pusing. Hal itu juga yang menyebabkan Rustam menolak rombongan yang datang dari Padang.
Setelah orang tua Rustam dan Nuraini pulang, Disrina yang kala itu masih sakit akhirnya jatuh pingsan. Rustam meminta tolong kepada Nyonya Meerman, ia adalah seorang dokter berkebangsaan Belanda. Nyonya Meerman tak lain adalah tetangga Rustam. Nyonya Merrman juga yang menolongnya ketika ia hendak bunuh diri karena rumitnya persoalan hidup.
Tak berapa lama, Ibu Nuraini datang. Ia bermaksud menjernihkan persoalannya. Dari pembicaraan itu disepakati cara penyelesaian masalah bagi Rustam dari pihak Nuraini, yaitu keduanya sebaiknya bercerai. Perceraian itu tidak diketahui oleh ayah Rustam.  Ayah Rustam masih menginginkan anaknya agar segera menceraikan Dirsina dan hidup bersama Nuraini.
Dalam perjalanan berlibur dengan Dirsina, Rustam mengirim surat kepada Nuraini yang berisikan ideologi Rustam mengenai poligami. Ia menulisnya dengan hati-hati agar tidak disalah sangkakan oleh Nuraini.
Dengan tulus iklhas, Rustam meminta maaf dan memohon pengertian ayahnya mengenai persoalan dirinya. Di luar dugaan, ayah rustam akhirnya mau mengerti kesulitan anaknya itu. Ia juga akhirnya menyetujui pilihan Rustam dan berjanji tidak akan mengganngu kebahagian rumah tangga itu.

Setelah itu, ayah Rustam kembali ke Padang. Nuraini sementara masih tinggal di Bandung. Sedangkan Rustam dan Isrinya masih pergi berlibur.

Category:

rumpunsastra.com:
Rumpunsastra.com menyediakan informasi terkait dengan Bahasa dan Sastra Indonesia

0 comments